Webometric adalah suatu situs yang melakukan pemeringkatan
perguruan tinggi seluruh dunia, yang didalamnya merupakan rintisan dari
Cybermetrics Lab, sebuah kelompok penelitian yang masih merupakan bagian dari
Consejo Superior de Investigaciones Científicas, lembaga penelitian terbesar di
Spanyol. Hasil pemeringkatan tersebut akan dirilis Webometric dalam 2 periode
yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Dalam
melakukan proses pemeringkatan perguruan tinggi, Webometric memiliki metode
tersendiri sebagai berikut :
- VISIBILITY (50%)
Impact : Jumlah
link eksternal yang diterima oleh domain resmi perguruan tinggi dari situs
lain. Untuk meminimalisir kesalahan dan data bisa terkoreksi dengan benar, maka
Webometric mengumpulkan data jumlah link tersebut dari 2 situs yaitu Majestic
SEO dan Ahrefs. Indikator hasilnya adalah penjumlahan jumlah external inlink dengan jumlah domain yang menghasilkan
external inlink tersebut, kemudian dimasukkan dalam akar pangkat dua
- ACTIVITY (50%)
Presence (1/3) : Jumlah halaman situs domain perguruan tinggi yang dapat dicari oleh mesin
pencari Google, baik halaman situs yang bersifat statis maupun dinamis. Jumlah
ini mewakili halaman situs perguruan tinggi yang aktif dan diperbarui.
Openness (1/3) : Jumlah file penelitian dalam format tertentu (*pdf, *doc, *ppt, *ps) yang
terindeks dalam Google Scholar dan diterbitkan dalam kurun waktu mulai 2008 hingga sekarang. Jumlah file ini
nantinya yang akan mewakili usaha perguruan tinggi dalam mendukung publikasi
hasil penelitian.
Excellence (1/3) : Jumlah paper akademik berkualitas, yang dipublikasikan
dalam jurnal yang memiliki reputasi internasional. Webometric mengambil data
tersebut dari Scimago grup, yang menyediakan data yang tidak kosong untuk 5200
institusi perguruan tinggi. Untuk memperoleh jumlah paper yang berkualitas
tersebut, Webometric mengeluarkan indikator penilaian yaitu 10% dari jumlah paper yang paling
banyak disitasi.
Ok, sekarang
bagaimana mas Webometrics ini menentukan rangking universitas? Ada empat
faktor utama yang menentukan rangking sebuah universitas, yaitu: Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) dan Scholar
(Sc). Formula penghitungan dan pembobotannya sendiri adalah seperti di
bawah:
Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)
Waduh,
gimana tuh penjelasannya? Pada intinya, V, S, R dan Sc adalah
faktor penilai, sedangkan 4, 2, 1, 1 adalah bobot (weight) tiap
faktor.
Sebagai
informasi tambahan, formula diatas mengalami revisi sejak Januari 2008 menjadi
seperti di bawah (updated: 1 pebruari 2008):
Lengkapnya
kita lihat penjelasannya di bawah:
- Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal
yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang
diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin
pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai
tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.
- Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin
pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin
pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai
tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak
diikutsertakan (excluded) dan setiap institusi diberikan sebuah peringkat
menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.
- Rich Files (R): Volume file yang ada di
situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di
penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan
publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps),
Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini
diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk
setiap jenis berkas.
- Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah
(scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam
dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang
menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.
Sumber
referensi :
























