Kamis, 15 Januari 2015

Terumbu Karang

Tertampar ombak…
Rapuh dan terkikis air laut
Menua dan siap hancur menjadi pasir
Abadi dan akan tetap menjadi wadah air laut
Terguncang ditiupkan angin
Terlempar… oleh badai yang menghajar
Hilang tergulungkan air laut
Pecah tertabrak kapal-kapal nelayan
Namun tubuhmu…
Sebagai rumah bagi sebagian hewan kecil dilautan
Menjadi dinding tempat tumbuhan hijau berkembang
Dan sumber kekayaan Nusantara
Takkan habis ditelan ombak
Proses ilmiah dan ilmu tuhan yang menyimpan jawaban
Betapa indahnya alam bawah laut Nusantara
Dengan segala bentuk terumbu karangnya…

Air Terjun

Hati memang akan tetap tertutup
Tubuh pun juga takkan bergerak
Namun, mata akan melihat dan mengagumi
Keindahan sang pencipta
Pikiran pun akan memikirkan entah bagaimana air itu turun
Sumber yang tak tahu dan tak bisa diketahui
Terjun…
Seakan tak habis dan tak mati menerpa kerasnya bebatuan
Derai ombak membawa semua asal kesedihan
Suara percikan berikan rasa tenang dan nyaman di hati
Entah sampai kapan air itu ada
Akankah adik-adikku bisa menatap dan menikmati segar air terjun di tanah ini
Sungguh indah dan mengesankan
Ciptaanmu wahai tuhan semesta alam

Gunung

Indah…
Saat dipandang jauh berpuluh kilometer
Gersang…
Tanah untuk pijakan langkah demi langkah
Melihatnya akan membuat kita ingin mendekat
Mendekatinya membuat kita akan semakin menantang
Dan memijakinya membuat kita akan mengambang…
Dalam melihat keindahan derai gurun
Dikakinya…
Kita akan terdiam, terpaku menegakkan kepala keatas
Memandang langit, berbalut asap tebal lahar merapi
Merenungkan betapa indahnya alam Nusantara
Tak mampu berhenti mata melihatnya
Tak mampu berhenti hati merenungkannya
Gunung yang begitu indah
Namun menyimpan bahaya
Sungguh adil apa yang tuhan berikan
Terimakasih untuk sang pencipta Nusantara…

Terima Kasih Guru

Terima Kasih Guru

Hanya sebatas ucapan saja tak cukup bagi kami
Tak cukup untuk membalas apa yang telah kau beri untuk kami
Materi pun tak mampu membayar kerja keras mu
Terima kasih wahai Bapak dan Ibu guruku
Ilmu yang berguna bagi kami
Nasihat yang telah mengingatkan kami
Akhlak yang telah kau tanamkan dalam diri kami
Sukses yang telah kau janjikan untuk kami
Mulianya engkau dalam hati kami
Sucinya engkau dalam pikiran kami
Pengabdian hebat mu untuk kami
Serta berikan cinta dan pengorbanan mu untuk kami
Wahai Bapak dan Ibu guruku
Maafkan kami
Yang telah merusak citra dan kehormatan mu
Maafkan perbuatan buruk kami
Kami hanya selembar kertas putih
Yang butuh coretan tinta hitam mu
Untuk disusun menjadi sebuah buku
Dan dibaca sampai akhir cerita bumi ini
Wahai Bapak dan Ibu guruku
Doakanlah kami
Nasihatilah kami
Dan ingatkanlah kami
Wahai Bapak dan Ibu guruku
Kelak ketika sukses nanti
Kami akan  datang kembali kepada mu
Berterima kasih,  Serta berdoa untuk kesejahteraan mu
Ya Allah…
Kami tak mampu membalas jasa Guru Guru kami
Kami telah berdosa terhadap mereka
Kami melukai hati mereka
Ya Allah…
Muliakanlah mereka untuk kami
Separuh hidup mereka mengabdi untuk engkau dan juga untuk kami
Betapa mulianya mereka ya Allah
Ya Allah…
Maafkan dosa dosa mereka
Maafkan perbuatan buruk mereka
Dan cintailah mereka ya Allah…

Waktu

Waktu
Berdetak . . .
Namun tak hidup
Berjalan . . .
Namun tak bergerak
Bergulir . . .
Namun tak ber-roda
Berputar . . .
Namun tak berporos
Melaju . . .
Tapi tak bisa diperlambat
Melambat . . .
Tetap tak bisa kita kejar
Tak dapat kita ketahui
Kapan waktu ini dimulai
Tak dapat pula kita ketahui
Kapan waktu ini akan berakhir
Tak sampai otak kita menghitung
Tak mampu otak kita membayangkan
Tak bisa otak kita meragukan
Tak sanggup pula otak kita memprediksi
Waktu berdetak
Waktu berjalan
Waktu bergulir
Dan Waktu berputar

Cermin Orang Tua

         Ironis. Ketika kita melihat anak kita terluka namun tak mengatakan sepatah kata pun kepada kita. Ada hal yang mereka tutupi, yang seharusnya kita ketahui. Namun apa yang salah sampai anak kita tidak mau mengatakan hal yang seharusnya dikatakan kepada orang tuanya. Ketika berkunjung kerumah tetangga aku mendengar adikku Farah berbisik kepada ibuku “ma… ayo pulang, aku ngantuk” kata adikku. Tapi namanya juga ibu-ibu tetap saja kalo sudah ngobrol lama selesainya. Lalu aku pangku adikku karna ia mengantuk, aku suruh ia tidur di pangkuan ku. Ketika aku angkat kakinya aku melihat ada luka lebam diatas lututnya. “kaki kamu kenapa dek? Kok biru gini? Jatoh dimana? Kapan?” kataku. Adikku hanya menggelengkan kepala. “kenapa dek? Ini biru loh, jatohnya kapan? Udah lama atau baru?” Tanya ku lagi. “ngga tau” hanya itu yang dia katakan. Aku merasa aneh karna luka lebam seperti ini pasti akibat dari jatuh atau adanya benturan. Sesampainya dirumah adikku langsung tertidur pulas. Aku menanyakan hal itu kepada Ibuku. “kemarin dia jatuh dari sepeda hari selasa, tapi nggak ngomong, heran Ibu. Itu Ibu tau juga baru hari rabu pas dia tidur siang.” Dari situ aku berpikir, apa yang salah dalam hal ini, kenapa sampai ada luka lebam adikku tidak menceritakannya kepada ibuku. Pasti ada yang salah karna adikku bukan anak yang tertutup. Apakah ini salah orang tua? Iya. Aku pikir ini memang salah orang tua, bukan karena Farah jatuh dari sepeda karena kurang hati hati. Namun karena orang tua salah membentuk karakter anak, masa iya anak sampai takut bilang ke orang tuanya kalau dia punya luka lebam? Salah orang tua karena mungkin mereka terlalu keras mendidik, Karena banyak orang tua yang darah tinggi, ironisnya karena disaat anak melakukan kesalahan sedikit mereka pasti langsung marah, membentak, bahkan sampai memukul. Bukan justru anak mereka akan jadi nurut tapi justru anak mereka akan membangkang. Perhatikan cara mendidik anak, disaat anak masih diusia balita perlakukan mereka dengan halus lembut penuh kasih saying, karena diusia itu lah anak mulai membentuk mental dan karakter mereka. Karena dengan cara itu lah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik disaat para orang tua mendidik dengan lembut. Beda halnya dengan orang tua yang mendidik dengan cara kasar, anak akan cenderung memiliki sifat tertutup meskipun sebaik apapun usaha kita untuk dekat dekat dengan anak dikemudian hari tetap saja anak akan berperilaku murung dirumah, dan cenderung tidak banyak berbicara dengan orang tuanya. Hal itu sangat berbahaya karena ketika kita mendidik anak kita dengan keras mentalnya akan terpacu namun justru akan menjadi pribadi yang takut salah. Dan anak akan memiliki pribadi yang sangat buruk diluar rumah ketika mereka bergaul di lingkungan luas. Tapi saat anak berada di dalam rumah di depan orang tuanya anak akan terkesan diam dan bersikap menjadi anak yang baik dan sempurna di hadapan orang tuanya. Hal itu tentu sangat tidak baik, karena kebanyakan orang tua mendidik adalah mencontoh orang tua mereka juga, kalau cara mendidik si ayah kasar cenderung suka memukul, tentu anak kita nanti akan mendidik anak mereka dengan cara yang sama. Kita tidak bisa menahan hal itu karena setiap orang memiliki dendam dan rasa ingin memperlakukan nasib yang sama. Sayangilah anak sebagaimana mestinya, biarkan mereka bermain di usia balita, dan biarkan mereka memilih hal yang mereka sukai di jenjang sekolah dasar (SD). Biarkan mereka menikmati dan mengenali asiknya belajar di SMP. Bantu mereka memilih hal yang mereka suka tadi untuk lebih dikembangkan lagi di jenjang SMA. Lalu lepas mereka, berdoa untuk mereka, biarkan mereka belajar mengenai hal yang mereka sukai tadi dari hanya sekedar suka menjadi TARGET yang HARUS mereka capai di masa mendatang saat di mulai duduk di bangku perkuliahan. Sehingga kita bisa tersenyum bahagia saat melihat anak kita lulus nanti, dan menikmati hari pertamanya dikantor sampai mereka meniru apa yang kita lakukan semasa mereka kecil, dan mereka lakukan itu terhadap anak mereka juga.

CLU, ALU, dan BUS

CU, ALU DAN BUS
Central Processing Unit merupakan komponen terpenting di dalam suatu sistem komputer. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka CPU tersusun oleh komponen – komponen. Komponen – komponen tersebut antara lain Control Unit (CU), Arithmetic and Logic Unit (ALU), Registers dan CPU Interconnections. CU dan ALU merupakan fungsi operasionalnya, yaitu CU sebagai pengontrol kerja komputer dan ALU sebagai pusat pengolah data. Sedangkan jalur penghubung antar alat dalam komputer disebut BUS.
Didalam kesempatan ini, saya akan menuliskan sedikit tentang CU, ALU dan BUS. Selamat membaca smile emoticon
1. Control Unit (CU)
Control Unit (CU) merupakan alah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmetic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut.
CU mempunyai beberapa tugas, yaitu sebagai berikut :
Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja.
Menyimpan hasil proses ke memori utama.
CU ada 2 macam, yaitu Single-Cycle CU dan Multi-Cycle CU. Berikut penjelasan dari keduanya :
a. Single-Cycle CU
Proses di CUl ini hanya terjadi dalam satu clock cycle, artinya setiap instruksi ada pada satu cycle, maka dari itu tidak memerlukan state. Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. Clock cycle harus mempunyai panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Ada dua bagian pada unit kontrol ini, yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya menjadi 4 macam instruksi (yaitu di gerbang AND), dan pemberian sinyal kontrol berdasarkan jenis instruksinya (yaitu gerbang OR). Keempat jenis instruksi adalah “R-format” (berhubungan dengan register), “lw” (membaca memori), “sw” (menulis ke memori), dan “beq” (branching). Sinyal kontrol yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien.
b. Multi-Cycle CU
Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode, fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan. Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean, dan masing-masingnya tidak sederhana. Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU; bukan instruksi cycle selanjutnya.
2. Arithmetic Logic Unit (ALU)
Arithmatic and Logic Unit (ALU), adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di dalam sistem komputer berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (seperti penjumlahan, pengurangan dan beberapa logika lain), AlU bekerja besama-sama memori. Dimana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement.
ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori.
Pada saat sekarang ini sebuah chip/IC dapat mempunyai beberapa ALU sekaligus yang memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara paralel. Salah satu chip ALU yang sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC 74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2 pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran (pinF).
3. Sistem BUS
BUS merupakan lintasan komunikasi yang menghubungkan dua atau lebih komponen komputer. Sifat penting yang sekaligus sebagai syarat utama BUS adalah sebagai media transmisi yang dapat digunakan oleh sejumlah perangkat yang terbungkus padanya. Karena digunakan bersama, diperlukan aturan main agar tidak terjadi tabrakan data atau kerusakan data yang ditransmisikan. Walaupun digunakan bersama, namun
dalam satu waktu hanya ada sebuah perangkat yang dapat menggunkan BUS.
BUS mempunyai beberapa saluran, tetapi secara umum, fungsi BUS dikategorikan menjadi 3 bagian, yaitu saluran data, saluran alamat dan saluran kontrol. Saluran data (data bus) merupakan lintasan bagi perpindahan data antar modul. Umunya jumlah saluran terkait dengan panjang word, misalnya 8,16,32 saluran dengan tujuan agar mentransfer word dalam sekalu waktu. Jumlah saluran dikatakan lebar bus dengan lebar bus dengan satuan bit.
Saluran alamat (address bus) digunakan untuk menspesifikasi sumber dan tujuan data pada bus data. Saluran ini digunakan untuk mengirim alamat word pada memori yang akan diakses CPU. Dan juga digunakan untuk saluran alamt perangkat modul komputer saat CPU mengakses suatu modul. Agar semua peralatan yang terhubung dengan sistem komputer dapat diakses harus memiliki alamat, misal mengakses port I/O maka port I/O harus memiliki alamat hardwarenya.
Saluran kontrol (control bus) digunakan untuk mengontrol bus data, bus alamat dan seluruh modul yang ada. Karena bus data dan bus alamat digunakan oleh semua komponen maka diperlukan suatu mekanisme kerja yang dikontrol melalui bus kontrol. Saluran kontrol meliputi :
MemoryWrite : memerintahkan data pada bus akan dituliskan kedalam lokasi alamat
MemoryRead : memerintahkan data dari lokasi alamat ditempatkab pada bus adata
I/OWrite : memerintahkan data pada bus dikirim ke lokasi port I/O
I/ORead : meemrintahkan data dari port I/O ditempatkan pada bus data
Transfer ACK : menunjukkan data telah diterima dari bus atau data telah ditempatkan pada bus
BusRequest : menunjukkan modul yang melakukan request telah diberi hak mengontrol bus
InterruptRequest : menandakan adanya penangguhan interupsi dari modul.
Interrupt ACK : menunjukkan penangguhan interupsi telah diketahui CPU
Clock : kontrol untuk sinkronisasi operasi antar modul
Reset : digunakan untuk menginisialisasi seluruh modul.